QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 21:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 10/07/2013 11:55 WIB

Pemboman Kuil Budha India Diduga terkait Konflik Myanmar

ABC Australia - detikNews
Jakarta - Sejumlah analis menilai rentetan ledakan bom di salah satu kuil paling suci agama Budha di India, kemungkinan berkaitan dengan bentrokan antara umat Budha dan Muslim di Myanmar.

Beberapa bom yang dipasang di kuil Maha Bodhi di negara bagian Bihar meledak pada Minggu pagi, melukai dua orang biksu.

Ini adalah serangan bom pertama terhadap umat Budha di India.

Pengamat Dr Acharya Arabinda mengatakan, serangan itu sudah diantisipasi setelah polisi New Delhi memperingatkan para pejabat lokal bahwa Kuil Maha Bodhi berada di bawah ancaman.

"Pada Oktober 2012, polisi New Delhi menangkap beberapa anggota Muhajidin India," kata Dr Arabinda, "Salah satu sasaran mereka adalah kuil ini."


;

Dr Arabinda berpendapat, serangan itu jelas berkaitan dengan bentrokan antara etnik Rohingya yang Muslim dan umat Budha di Myanmar.

"Banyak orang Muslim India pergi ke Bangladesh," katanya. "Mereka sudah tinggal di sana lebih dari 20 tahun sekarang, dan beberapa orang Muslim India itu telah bergabung dengan kelompok-kelompok garis keras."

Kingshuk Nag, editor koran Times of India mengatakan, terdapat beberapa kaitan dengan insiden pemboman itu, tapi masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang bertanggung-jawab.

"Ada yang bilang itu berkaitan dengan Rohingya, jadi ini dipandang sebagai pembalasan," kata Nag. "Lainnya menyebut kelompok teroris Mujahidin India. Ada lagi yang menduga, itu mungkin ulah kelompok-kelompok garis kerasHindu."

Dr Arabinda mengritik pemerintah dan kepolisian India yang dinilai gagal mencegah ledakan itu.

Menurutnya, pemerintah dan kepolisian seharusnya bekerja sama secara lebih efektif untuk mencegah serangan di masa depan.

Abhayanand, kepala kepolisian di Bihar mengatakan, pihaknya belum dapat menegaskan siapa yang bertanggung-jawab atas serangan itu.


(nwk/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%