detikcom
Rabu, 10/07/2013 06:03 WIB

Rendy Lamadjido Tertidur Saat Paripurna DPR, PDIP Anggap Wajar

Ahmad Toriq - detikNews
Rendy Lamadjido tertidur di paripurna (Foto: Iqbal/detikcom)
Jakarta - Anggota FPDIP DPR Rendy M Affandy Lamadjido terpergok tidur di rapat paripurna DPR. Fraksi PDIP tak mempermasalahkan hal ini dan menganggap tidurnya Rendy sebagai sesuatu yang manusiawi.

"Namanya ngantuk kemudian tertidur itu adalah kerja syaraf otonom. Sejujurnya siapa sih di antara kita yang mampu mengendalikan kerja syaraf otonom? " kata Sekretaris Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, saat dihubungi, Selasa (9/7/2013).

Menurut Bambang, tertidurnya Rendy tak perlu dibesar-besarkan. Mengantuk dan tertidur adalah hal manusiawi yang bisa dialami semua orang.

"Ngantuk kemudian tertidur bisa terjadi kepada siapapun, termasuk kita semua. Menjadi berita karena yang tertidur anggota DPR, menteri atau presiden," ujarnya.

Rapat paripurna Selasa (9/7) kemarin membahas pengesahan tiga RUU, yaitu RUU tentang Keantariksaan, RUU tentang Pencegahan dan Pembalakan Liar, dan RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Rendy yang tertidur mengaku kelelahan setelah kunjungan ke dapilnya di Sulawesi Tengah.

"Saya ngantuk banget, soalnya kemarin habis kunjungan daerah pemilihan (dapil) selama 2 hari ke daerah Sulawesi," kata Rendy saat ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Sementara anggota BK DPR menilai tindakan Rendy ini melanggar kode etik dewan. Namun BK menunggu laporan masyarakat terkait hal ini sebelum menjatuhkan sanksi. Sanksinya bervariatif dengan sanksi paling berat pemberhentian dari keanggotaan DPR.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/rna)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
30%
Kontra
70%