detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 02:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 08/07/2013 12:08 WIB

3 Alasan IAIN Semarang Berikan Gelar Doktor Honoris Causa ke Dahlan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Menteri BUMN Dahlan Iskan dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) oleh Universitas Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang. Dahlan dinilai sebagai sosok inspiratif.

Perwakilan senat dan promotor acara, Prof Dr Nur Syam Msi mengatakan pertimbangan penganugrahan gelar Doctor Honoris Causa dilatar belakangi beberapa hal antara lain Dahlan Iskan merupakan sosok inspiratif "alumni" IAIN Ampel Cabang Samarinda.

"Beliau drop out karena faktor ekonomi. Namun demikian, Bapak Dahlan Iskan sampai hari ini masih tetap merasakan sebagai alumni IAIN yang sangat dibanggakan," kata Nur Syam di Auditorium IAIN Walisongo dalam sambutannya, Semarang, Senin (8/7/2013).

Kedua adalah talenta Dahlan Iskan dalam menulis. Bahkan itu masih dilakukan di sela kesibukannya saat menjadi dirut PLN. Ketiga adalah kemampuan memimpinnya yang membuat Jawa Pos berkembang.

"Bapak Dahlan bukanlah pemuja ijazah. Akan tetapi pemuja aktivisme kerja," tandasnya.

Gelar untuk Dahlan disematkan oleh Rektor IAIN Walisongo Prof Dr H Muhibbin MAg. Acara dihadiri ratusan mahasiswa dan petinggi BUMN. Dalam pidato ilmiahnya, Dahlan mengangkat tema Dakwah Bil Hal: Korporatisasi Usaha Individu Umat Menuju Indonesia Maju.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(alg/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%