detikcom
Jumat, 05/07/2013 22:26 WIB

Lili Sang Tulang Punggung Keluarga Itu Tewas di Dekat Kantor Walikota Jaktim

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, hal itu dirasakan Adi Susanto, Kakak korban pembunuhan di belakang Kantor Walikota Jakarta Timur. Adiknya yang bernama Lili yang merupakan tulang punggung keluarga tewas ditusuk pelaku misterius.

"Kondisi keuangan mereka memang sedang terpuruk, Apalagi anak bungsunya mau masuk sekolah," kata kakak sulung korban, Adi Susanto (33) saat dihubungi, Jumat (5/7/2013).

Menurut Adi, adiknya sudah 6 bulan tinggal mengontrak di kawasan Pulo Jahe bersama suaminya. Sebelumnya Lili dan suaminya tinggal bersama mertuanya di Komplek TNI AD III, Cakung Barat.

"Baru-baru ini suami korban sudah tidak bekerja lagi, sebelumnya Eman kerja sebagai supir mobil boks, tapi hubungan mereka masih tetap harmonis," tuturnya.

Adi mengatakan untuk penghasilan sehari-hari buat makan, almarhum yang merupakan ibu rumah tangga, tengah menjalin bisnis kecil-kecilan dengan rekannya.

"Belakangan dia bisnis sama temannya, bisnis semacam jual pakaian gitu, bisa dikredit, kalau kejual baru dapat bonus dari temannya," ujarnya.

Adi mengharapkan agar pihak kepolisian dapat mengungkap secepatnya pelaku pembunuhan adiknya.

"Saya berharap polisi bisa cepat ungkap pembunuh adik saya," tandasnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%