detikcom
Jumat, 05/07/2013 19:02 WIB

BNN Sita Alat Penghitung Uang di Rumah Serma BW

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Badan Nasional Narkotika (BNN) menggeledah rumah Serma BW oknum anggota TNI AU di Pekanbaru sebagai bandar narkoba. Alat penghitung uang pun disita.

Demikian disampaikan Ketua RT 02/RW 01 Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru, Hairunas kepada detikcom, Jumat (5/6/2013).

Menurutnya, ketika tim BNN akan menggeledah, dirinya bersama dua warga lainnya diminta untuk mendampingi. Selama penggeledahan, beberapa ruangan di rumah Serma BW di jalan Alihklas Gang Mantri No 10 itu dimasuki tim.

"Kita hanya diminta untuk menyaksikan jalannya penggeledahan saja. Begitu juga ketika tim polisi militer TNI AU datang turut mendampingi," kata Hairunas.

Masih menurutnya salah satu barang yang disita tim BNN yakni alat penghitung uang. Begitu juga sejumlah buku tabungan juga disita.

"Ada juga duit kontak disita dari rumah tersebut," kata Hairunas.


(cha/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%