detikcom
Jumat, 05/07/2013 18:44 WIB

Kasus Mesir, Hasyim Muzadi: Sipil Bertengkar Beri Peluang Militer Tampil

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Tumbangnya Mohamed Morsi dari jabatan presiden Mesir karena kudeta militer ditanggapi mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi. Menurut Hasyim peristiwa seperti itu bisa saja terjadi di negara lainnya termasuk Indonesia.

Supaya hal itu tak terjadi, Hasyim pun meminta masyarakat Indonesia bersatu dan tidak terpecah dengan konflik.

"Pokoknya masyarakat yang tidak bisa mengendalikan dirinya itu artinya sama dengan memberi peluang pada militer untuk tampil. Itu tidak cuma Mesir. Oleh karenanya, masyarakat Indonesia ini sebaiknya jangan sampai bertengkar," ujar Hasyim saat ditemui usai mengunjungi Lapas Sukamiskin Bandung, Jalan AH Nasution, Jumat (5/7/2013).

Atas peristiwa di Mesir itu, Hasyim mengatakan bahwa NU tidak memberikan pernyataan resmi soal situasi di Mesir.

"NU tidak ada pernyataan sikap. Biasanya yang menyatakan sikap itu dari ICIS (Internasional Conference of Islamic Scholar). Jadi ICIS-nya, karena yang bergerak di bidang internasional, kalau NU yang nasional," katanya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%