detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 15:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 05/07/2013 16:18 WIB

Kronologi Penangkapan 2 Oknum TNI AU di Pekanbaru oleh BNN

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Dua orang prajurit TNI AU di Pekanbaru, Riau, ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN). Satu diantara tersangka yang diduga penyuplai pil ekstasi ke diskotek-diskotek di Pekanbaru diketahui bertugas di satuan Polisi Militer TNI AU setempat.

Berikut kronologi penangkapan dua personel tersebut yang dirangkum detikcom.

BNN menerima informasi rencana transaksi narkotika di Pekanbaru, Selasa (2/7/2013) lalu. Informasi itu berdasarkan hasil rangkaian pengungkapan sebelum yang dilakukan aparat.

10.00 WIB
Tim BNN mengidentifikasi kurir narkotika berinisial RY di sebuah rumah di Jl Sekuntum III, Pekanbaru. Kedatangan RY adalah untuk mengambil paket pil ekstasi. RY adalah oknum TNI AU berpangkat sersan dua dan berdinas di Provost Pangkalan AU Pekanbaru. Dari kediaman itu, RY menemui BW alias Er di sebua bengkel motor Suzuki, Jl Paus. Saat bertemu, RY memasukan tas kecil merah-hitam ke mobil X-Over yang dikendarai BW.

11.00 WIB
BW meninggalkan lokasi pertemuan. Saat berada di dalam mobil dan hendak meninggalkan lokasi, petugas BNN menyergap BW dan menyita ekstasi sebanyak 300 butir. BW adalah seorang personel TNI AU berpangkat sersan mayor di pangkalan TNI AU, Pekanbaru.

"Dia diduga sebagai pemasok ke klab-klab malam di Pekanbaru," kata salah seorang penyidik BNN, Jumat (5/7/2013).

Serdadu ini juga diduga memiliki rekening gendut yang diduga hasil transaksi narkoba. Aset yang tercatat dari serdadu ini adalah rumah mewah di Jl Simpang 3 Pekanbaru, Nissan X-Trail, dealer motor Kawasaki Era-51, restoran Era 51 dan sejumlah perkebunan sawit di Riau.

12.00 WIB
BNN melakukan penggeledahan di kediaman BW, Jl Sekuntum III. Tim menemukan 1 kg sabu, 20 butir ekstasi, 3 BPKB motor, 1 unit Honda Brio, 2 laptop, dan seperangkat CCTV, serta surat-surat rumah. Petugas pun menangkap seorang wanita berinisa Am dan seorang kurir berinisial JC. Am berperan memberikan pesanan narkoba ke pihak pemesan. Bandar adalah suami Am yang menjadi masuk dalam daftar pencarian Kh alias Ucok.

14.00 WIB
BNN menangkap Serda RY di rumah teman perempuannya di kawasan Jondul Baru. Dari tangan RY di sita satu unit handphone dan sejumlah ATM.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ahy/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%