detikcom
Jumat, 05/07/2013 16:18 WIB

Kronologi Penangkapan 2 Oknum TNI AU di Pekanbaru oleh BNN

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Dua orang prajurit TNI AU di Pekanbaru, Riau, ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN). Satu diantara tersangka yang diduga penyuplai pil ekstasi ke diskotek-diskotek di Pekanbaru diketahui bertugas di satuan Polisi Militer TNI AU setempat.

Berikut kronologi penangkapan dua personel tersebut yang dirangkum detikcom.

BNN menerima informasi rencana transaksi narkotika di Pekanbaru, Selasa (2/7/2013) lalu. Informasi itu berdasarkan hasil rangkaian pengungkapan sebelum yang dilakukan aparat.

10.00 WIB
Tim BNN mengidentifikasi kurir narkotika berinisial RY di sebuah rumah di Jl Sekuntum III, Pekanbaru. Kedatangan RY adalah untuk mengambil paket pil ekstasi. RY adalah oknum TNI AU berpangkat sersan dua dan berdinas di Provost Pangkalan AU Pekanbaru. Dari kediaman itu, RY menemui BW alias Er di sebua bengkel motor Suzuki, Jl Paus. Saat bertemu, RY memasukan tas kecil merah-hitam ke mobil X-Over yang dikendarai BW.

11.00 WIB
BW meninggalkan lokasi pertemuan. Saat berada di dalam mobil dan hendak meninggalkan lokasi, petugas BNN menyergap BW dan menyita ekstasi sebanyak 300 butir. BW adalah seorang personel TNI AU berpangkat sersan mayor di pangkalan TNI AU, Pekanbaru.

"Dia diduga sebagai pemasok ke klab-klab malam di Pekanbaru," kata salah seorang penyidik BNN, Jumat (5/7/2013).

Serdadu ini juga diduga memiliki rekening gendut yang diduga hasil transaksi narkoba. Aset yang tercatat dari serdadu ini adalah rumah mewah di Jl Simpang 3 Pekanbaru, Nissan X-Trail, dealer motor Kawasaki Era-51, restoran Era 51 dan sejumlah perkebunan sawit di Riau.

12.00 WIB
BNN melakukan penggeledahan di kediaman BW, Jl Sekuntum III. Tim menemukan 1 kg sabu, 20 butir ekstasi, 3 BPKB motor, 1 unit Honda Brio, 2 laptop, dan seperangkat CCTV, serta surat-surat rumah. Petugas pun menangkap seorang wanita berinisa Am dan seorang kurir berinisial JC. Am berperan memberikan pesanan narkoba ke pihak pemesan. Bandar adalah suami Am yang menjadi masuk dalam daftar pencarian Kh alias Ucok.

14.00 WIB
BNN menangkap Serda RY di rumah teman perempuannya di kawasan Jondul Baru. Dari tangan RY di sita satu unit handphone dan sejumlah ATM.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ahy/lh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%