Detik.com News
Detik.com

Jumat, 05/07/2013 13:26 WIB

Penyidik Diduga Nyelonong ke BNN, Polri: Bisa Saja Hanya untuk Klarifikasi

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Penyidik Bareskrim Polri dilaporkan oleh BNN ke Mapolres Jaktim karena diduga nyelonong masuk ke kantor lembaga pemberantasan narkoba tersebut. Pihak Bareskrim masih mengklarifikasi mengenai pelaporan itu.

"Kalau diadukan begitu pidananya apa, kalau katakanlah masuk mungkin bisa perbuatan tidak menyenangkan. Tapi kan saya tidak tahu," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Ronny Sompie di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat(5/7/2013).

Namun Ronny mengaku belum mendapat laporan menyeluruh mengenai pelaporan BNN ke Mapolres Jaktim tersebut. Mengenai adanya dugaan dua penyidik Bareskrim yang masuk tanpa izin ke kantor BNN, Ronny punya analisis tersendiri.

"Penyidikan kan terbuka. Penyidik bisa ke BNN melakukan klarifikasi. Klarifikasi kan bukan perbuatan yang melawan hukum, cuma saya kan belum tahu apa yang dilaporkan baru tadi malam kan kejadiannya," kata Ronny.

Semalam, pihak BNN melaporkan seorang penyidik yang juga perwira menengah Bareskrim Polri ke Mapolres Jaktim. Kabarnya, pelaporan itu karena penyidik Bareskrim itu masuk ke BNN tanpa izin dan terpantau CCTV.

Hanya saja malam tadi 2 petugas berseragam BNN mendatangi Mapolres Jaktim. Saat ditanya keduanya tak mau berkomentar.

Diduga dua perwira Bareskrim yang masuk tanpa izin ke BNN itu memiliki kaitan dengan 'perseteruan' kedua lembaga tersebut sebelumnya, yakni saat Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Benny J Mamoto dilaporkan ke Bareskrim.

Pelaporan dilakukan seseorang bernama Helena, yang disebut-sebut dekat dengan perwira di Bareskrim. Perempuan kelahiran Medan dan memiliki jasa penukaran mata uang asing itu melaporkan Benny karena dianggap menyalahgunakan wewenang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie yang dikonfirmasi belum bisa memberikan komentar, demikian juga Kepala Humas BNN Kombes Sumirat. Keduanya mengaku sedang rapat.


(fjp/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%