Detik.com News
Detik.com
Jumat, 05/07/2013 12:01 WIB

Pembunuh Unang Ditangkap di Tanjung Duren

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Pembunuh tukang buah Unang (28), Dasol, akhirnya ditangkap di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ia terancam hukuman 12 tahun bui.

Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Firman Andreanto, mengatakan Dansol ditangkap jajaran Polsek Tanjung Duren pagi tadi.

"Ia pelaku sudah ditangkap tadi di kawasan Tanjung Duren," ujar Andre saat dikonfirmasi, Jumat (5/7/2013).

Menurut dia, Dansol kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Tanjung Duren. "Pelaku kena pasal 338 dengan ancaman 12 tahun penjara," ujarnya.

Unang (28) seorang pedagang buah tewas mengenaskan dengan luka tusuk diperutnya di sebuah lahan kosong di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Penusukan berawal saat Unang memarkir kendaraannya di lahan yang dikuasi Dasol untuk mencari nafkah.

Dasol menegur Unang untuk memindahkan kendaraannya. Namun, Unang tidak menerima dan menantang Dasol berkelahi. Kedua pria yang masih bersaudara ini terlibat perkelahian yang berujung pada penusukan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(spt/aan)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%