Kamis, 04/07/2013 15:45 WIB

19 Warga Jadi Terdakwa Pembunuhan Kapolsek, Dijerat Pasal Berlapis

Andi Siahaan - detikNews
Foto: Andi Siahaan/detikcom
Simalungun - Sidang perdana pembunuhan Kapolsek Dolok Pardamean Kompol Anumerta Andar Siahaan di Pengadilan Negeri (PN ) Simalungun dijaga ketat aparat. Ada sekitar 2 peleton anggota kepolisian dari Polres Simalungun yang dikerahkan.

19 Terdakwa disidangkan dalam 11 berkas terpisah. Pengadilan menyiapkan 2 majelis hakim untuk menyidangkan perkara itu.

Sebanyak 9 dari 19 terdakwa didakwa dengan pasal berlapis. Dalam dakwaan primair yang dibacakan secara bergantian oleh Edmon Purba, Saut Damanik dan Julius Butar Butar, salah satu terdakwa Fernandus Turnip (31) yang disidang pertama kali didakwa melakukan pembunuhan berencana.

Terdakwa pada Rabu 27 Maret 2013 secara bersama-sama telah menghilangkan nyawa korban AKP Andar Siahaan. Saat itu, korban bersama 3 anggota Polsek Dolok Pardamean akan menangkap warga yang melakukan praktek perjudian di desa Dolok Saribu Kecamatan Dolok Pardamean.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 340 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana," ujar Edmon Purba, ketua Tim JPU dari Kejaksaan Negeri Simalungun, Kamis (4/7/2013) .

Selain terdakwa Fernandus Turnip, 8 terdakwa masing masing Rudi Antoni Sidabutar, Dedi Jan Ricardo Sidabutar, Rusdin Everi Sinaga, Boing Sidebang, Pandapotan Haloho, Jarasden Saragih dan Marisden Sinaga yang disidang secara terpisah juga didakwa dengan pembunuhan berencana.

Dalam dakwaan subsidairnya jaksa mendakwa 9 terdakwa dengan pasal berlapis. Di antaranya pasal 380 KUHpidana, pasal 338 ayat (1) ke-1, pasal 170 ayat 2 ke 3, pasal 160 juncto psl 55, pasal 358 juncto pasal 55 dan pasal 212.

Sidang yang digelar di PN Simalungun dipimpin ketua majelis Abdul Siboro dan didampingi dua hakim anggota David Sitorus dan Ben Ronal Situmorang dimulai pukl 10.45 WIB. Sidang yang dihadiri hampir ratusan pengunjung, termasuk keluarga korban, berjalan lancar.

"Untuk pengamanan sidang ada sebanyak 60 orang anggota dari yang dikerahkan," ujar AKBP Andi S Taufik Kapolres Simalungun kepada detikcom di PN Simalungun di Jalam Asahan.

Ia menambahkan, selain karena permintaan dari pihak pengadilan untuk pengamanan sidang, kehadiran polisi juga sebagai bentuk dukungan kepada keluarga korban.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%