detikcom
Rabu, 03/07/2013 17:28 WIB

Mengerikan! Hampir 100 Wanita Diperkosa di Mesir Saat Aksi Demo

Rita Uli Hutapea - detikNews
aksi demo di Lapangan Tahrir, Kairo (Reuters)
Kairo, - Mengerikan! Hampir 100 wanita menjadi korban pemerkosaan yang merajalela di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir selama empat hari aksi demo antipemerintah.

Hal tersebut disampaikan organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di New York, Amerika Serikat seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/7/2013).

"Massa melakukan serangan seksual dan dalam sejumlah kasus memperkosa setidaknya 91 wanita di Lapangan Tahrir... di tengah iklim kekebalan dari hukum," demikian disampaikan HRW dalam statemennya.

HRW menyebutkan angka tersebut diperoleh dari kelompok antikejahatan seks Mesir, Egyptian Operation Anti-Sexual Harassment/Assault, yang membuka nomor hotline bagi para korban kejahatan seks. Disebutkan bahwa pada Minggu, 30 Juni lalu dilaporkan ada 46 kasus pemerkosaan, 17 kasus pada Senin, 1 Juli dan 23 kasus serupa pada Selasa, 2 Juli waktu setempat.

Menurut kelompok hak-hak wanita lainnya, Nazra for Feminist Studies, ada lima kasus pemerkosaan saat demonstrasi pada Jumat, 28 Juni waktu setempat.

HRW menyerukan pejabat-pejabat dan para tokoh politik Mesir untuk mengutuk dan segera mengambil langkah-langkah untuk menanggulangi tingginya angka kekerasan seksual di Lapangan Tahrir yang menjadi ikon Kairo itu.

"Maraknya serangan seksual selama aksi demo di Lapangan Tahrir menekankan kegagalan pemerintah dan semua partai politik dalam menghadapi kekerasan yang dialami kaum wanita di Mesir setiap hari di tempat-tempat publik," cetus Joe Stork, wakil direktur HRW untuk Timur Tengah.

"Ini kejahatan serius yang menahan wanita untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan publik Mesir saat titik kritis perkembangan negara," imbuhnya.

Menurut HRW, beberapa wanita bahkan harus menjalani operasi usai mengalami pemerkosaan itu. "Mereka dipukuli dengan rantai logam, kayu dan kursi-kursi, dan diserang dengan pisau," demikian statemen HRW.

Beredar rumor bahwa pemerkosaan itu dilakukan para preman yang memanfaatkan ketiadaan aparat keamanan di lokasi dan mereka yakin akan lolos dari jeratan hukum. Namun sejumlah pihak mengatakan, kejahatan-kejahatan seks itu merupakan upaya terorganisir untuk mencegah kaum wanita ikut berdemo dan untuk merusak imej demonstrasi antipemerintah.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close