Selasa, 02/07/2013 18:01 WIB

Analisis Pakar: Gempa Aceh karena Pergeseran Patahan Semangko

Nograhany Widhi K - detikNews
Dari jurnal 'Neotechtonic of the Sumatran Fault, Indonesia' yang ditulis Danny Hilman Natawidjaja
Jakarta - Aceh digoyang gempa 6,2 Skala Richter (SR) yang berpusat di 35 km dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dengan kedalaman 10 km. Pakar gempa menganalisa bahwa gempa itu terjadi karena pergeseran Patahan Sumatera atau Semangko.

Pakar gempa LIPI Dr Danny Hilman Natawidjaja mengatakan ada 2 patahan besar yang sejajar memanjang di Pulau Sumatera. Patahan pertama adalah Zona Subduksi yang memanjang di laut Samudera Hindia sepanjang bagian barat Sumatera. Pergeseran Zona Subduksi ini yang menyebabkan gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004.

Patahan kedua adalah Patahan Sumatera atau Semangko yang memanjang di tengah daratan Sumatera. Dari informasi bahwa pusat gempa 6,2 SR berada di daratan sekitar Bener Meriah dan Aceh Tengah, Danny menduga kemungkinan besar hal itu karena pergeseran Patahan Sumatera ini.

"Yang jelas secara umum gempa itu bukan hal yang istimewa. Di situ sudah ratusan tahun nggak ada gempa besar, skala gempanya sekitar 6 SR. Apakah memang tipikalnya begitu atau energinya belum keluar ya belum tahu," kata Danny yang meneliti mengenai Patahan Sumatera dan Zona Subduksi ini.

Yang dimaksud gempa besar adalah 6,5 - 8 SR ke atas, sedangkan yang terjadi di Aceh hari ini adalah gempa sedang yang kisarannya 5-6,5 SR. Lebih dari 8 SR maka digolongkan gempa sangat besar.

"Kalau yang segmen Takengon (Aceh Tengah) ini sampai di daerah dekat-dekat Danau Toba itu," jelas Danny yang dihubungi, Selasa (2/7/2013).

Penjelasan Danny Hilman ini juga dibenarkan Kabid Gempa Bumi BMKG Wandono saat dihubungi terpisah. "Itu aktivitas besar dari Patahan Sumatera," kata Wandono singkat karena sedang rapat tersebut.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%