detikcom
Selasa, 02/07/2013 12:07 WIB

Bawaslu Kaji Pelanggaran Kampanye Deklarasi Capres Wiranto-HT

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Bawan Pengawas Pemilu sedang mengkaji aspek pelanggaran kampanye dalam deklarasi capres. Termasuk di antaranya deklarasi pasangan capres Hanura Wiranto-HT yang baru saja disiarkan langsung di RCTI.

Bawaslu sedang mengkaji apakah ada penyampaian visi-misi dalam deklarasi capres tersebut. Karena saat ini sudah memasuki masa kampanye dan ada aturan tegas pelarangan menyampaikan visi misi capres.

Ketua Bawaslu Muhammad menjelaskan sesuatu melanggar aturan kampanye harus memenuhi unsur-unsur seperti apakah ada ajakan untuk memilih pasangan tertentu, apakah menyampaikan visi misi, dan apakah ada gambar/alat peraga kampanye.

"Kalau tidak ada ajakan maka tidak bisa disebut melanggar kampanye, begitu juga," kata Muhammad saat berbincang dengan wartawan, Selasa (2/7/2013).

Bawaslu tak ingin buru-buru mengambil kesimpulan karena semuanya harus dikaji mendalam terlebih dahulu.

"Bawaslu sedang mengkaji kejadian-kejadian seperti itu (deklarasi capres), karena ini wilayah abu-abu untuk ditindak tegas harus terpenuhi unsur-unsur di atas. Bagi Bawaslu kami lebih lakukan pendekatan presuasif kepada partai," tegasnya.

Saat mendeklarasikan diri menjadi pasangan capres, Wiranto pun memohon doa restu rakyat Indonesia di Pemilu 2014.

"Kami mohon doa restu dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Kami mendeklarasikan Pasti Maju Indonesia. Pasangan sehati untuk memajukan Indonesia," kata Wiranto.

Dalam deklarasi kampanye tersebut, Hary Tanoe yang juga bos MNC Group sempat bicara visi dan misi agar Indonesia harus lebih maju lagi. Menurutnya Indonesia punya segudang sumber daya alam yang bisa dioptimalkan.

"Setelah diskusi dengan Pak Wiranto kami punya visi dan misi yang sama membangun Indonesia sesuai potensi untuk membangun Indonesia. Untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia agar dapat berubah menjadi lebih baik," kata pria 47 tahun yang mengenakan kemeja putih-oranye dengan emblem Hanura ini.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%