detikcom
Selasa, 02/07/2013 05:51 WIB

Wiranto-HT Akan Deklarasi Capres Cawapres di Hotel Grand Mercure Jakpus

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Hanura membuat langkah mengejutkan menjelang Pemilu 2014. Hari ini, partai yang identik dengan warna oranye ini akan mendeklarasikan pasangan Wiranto-Hary Tanoesudibjo (HT) sebagai capres dan cawapres.

Deklarasi Wiranto-HT akan dilakukan di Hotel Grand Mercure, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2013) pukul 10.00 WIB. Ini adalah deklarasi pertama pasangan capres-cawapres untuk Pemilu 2014.

Ketua DPP Hanura Saleh Husin menyebut alasan di balik deklarasi dini ini adalah desakan dari arus bawah Partai Hanura. Desakan ini sudah tak terbendung sehingga harus ada langkah konkret berupa deklarasi.

"Biar mereka tidak gelisah dan fokus bekerja serta all out sehingga apa yang menjadi target tercapai," ujar Saleh saat berbincang, Senin (1/7/2013) malam.

Menurut Saleh, Wiranto-HT adalah pasangan ideal. Keduanya diyakini akan saling melengkapi dengan gaya kepemimpinan masing-masing.

"Kami memang melihat pasangan ini cukup ideal, serasi dan saling menunjang serta melengkapi jika ditinjau dari berbagai sudut manapun," ujar anggota Komisi V DPR ini.

Deklarasi Wiranto-HT ini adalah deklarasi tercepat untuk Pemilu 2014. Sebelumnya belum pernah ada yang mendeklarasikan pasangan capres-cawapres.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/spt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close