QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Senin, 01/07/2013 18:30 WIB

Kewajiban mengunjungi orang tua di Cina

BBCIndonesia.com - detikNews
orang tua Cina

Banyak orang tua di Cina yang diabaikan oleh anak-anak mereka.

Undang-undang baru Cina yang mewajibkan anak mengunjungi orang tua atau menghadapi dakwaan mulai diberlakukan Senin (01/07).

Undang-undang ini diangkat karena banyaknya kisah orang tua yang diabaikan anak-anak mereka.

Nasib orang tua yang terbengkalai banyak diangkat di media Cina di tengah meningkatnya jumlah penduduk tua.

Meningkatnya jumlah penduduk tua di Cina dianggap sebagai akibat kebijakan satu anak yang mulai diberlakukan tiga dekade lalu untuk menekan jumlah penduduk.

Tahun lalu, seorang petani di Provinsi Jiangsu, Cina timur, menghadapi kritikan di internet setelah media domestik mengangkat ia membiarkan ibunya yang berusia 100 tahun di kandang babi.

Meningkat 35%

Banyak orang tua yang tinggal sendiri karena anak mereka pergi ke daerah lain di Cina untuk mencari kerja.

Dengan peraturan baru ini, warga Cina diwajibkan untuk mengunjungi orang tua mereka.

Jumlah warga berusia 60 tahun ke atas di Cina akan mencapai lebih 487 juta dari jumlah sekitar 185 juta saat ini, atau peningkatan 35% pada 2053, menurut data statistik Cina.

Rasio jumlah ini karena kenaikan angka harapan hidup dari 41 menjadi 73 tahun dalam lima dekade terakhir serta kebijakan satu anak.

Meningkatnya penduduk tua ini juga merupakan ancaman serius bagi stabilitas sosial dan ekonomi karena tanggungan orang tua harus dibebankan pada penduduk usia kerja yang semakin menurun jumlahnya.

(bbc/bbc)

Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%