Senin, 01/07/2013 18:30 WIB

Kewajiban mengunjungi orang tua di Cina

BBCIndonesia.com - detikNews
orang tua Cina

Banyak orang tua di Cina yang diabaikan oleh anak-anak mereka.

Undang-undang baru Cina yang mewajibkan anak mengunjungi orang tua atau menghadapi dakwaan mulai diberlakukan Senin (01/07).

Undang-undang ini diangkat karena banyaknya kisah orang tua yang diabaikan anak-anak mereka.

Nasib orang tua yang terbengkalai banyak diangkat di media Cina di tengah meningkatnya jumlah penduduk tua.

Meningkatnya jumlah penduduk tua di Cina dianggap sebagai akibat kebijakan satu anak yang mulai diberlakukan tiga dekade lalu untuk menekan jumlah penduduk.

Tahun lalu, seorang petani di Provinsi Jiangsu, Cina timur, menghadapi kritikan di internet setelah media domestik mengangkat ia membiarkan ibunya yang berusia 100 tahun di kandang babi.

Meningkat 35%

Banyak orang tua yang tinggal sendiri karena anak mereka pergi ke daerah lain di Cina untuk mencari kerja.

Dengan peraturan baru ini, warga Cina diwajibkan untuk mengunjungi orang tua mereka.

Jumlah warga berusia 60 tahun ke atas di Cina akan mencapai lebih 487 juta dari jumlah sekitar 185 juta saat ini, atau peningkatan 35% pada 2053, menurut data statistik Cina.

Rasio jumlah ini karena kenaikan angka harapan hidup dari 41 menjadi 73 tahun dalam lima dekade terakhir serta kebijakan satu anak.

Meningkatnya penduduk tua ini juga merupakan ancaman serius bagi stabilitas sosial dan ekonomi karena tanggungan orang tua harus dibebankan pada penduduk usia kerja yang semakin menurun jumlahnya.

(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%