Detik.com News
Detik.com
Minggu, 30/06/2013 10:30 WIB

Kemenag Putuskan Jumlah Jamaah Haji Tahun 2013 Pekan Depan

Siti Aisyah - detikNews
Kemenag Putuskan Jumlah Jamaah Haji Tahun 2013 Pekan Depan
Jakarta - Arab Saudi memotong kuota haji Indonesia dan negara-negara lainnya tahun ini sebesar 20 persen karena proyek perluasan Masjidil Haram yang belum selesai. Jumlah pasti jamaah haji Indonesia yang akan berangkat baru akan diputuskan pekan depan.

"Belum (ada jumlah fix), minggu depan. Kita akan membuat peraturan yang disesuaikan dengan hasil pertemuan kita dengan pihak Arab Saudi," ujar Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu.

Hal ini disampaikan Anggito usai mengikuti acara lari pagi bertema 'Run For Hope' di EX Plaza, Minggu (30/6/2013). Anggito mengatakan bahwa pihaknya akan ke DPR RI pada Senin (1/7) untuk menyampaikan hasil pertemuannya dengan pihak Arab Saudi tersebut.

"Kemudian akan kita susun jamaah haji yang akan berangkat tahun ini," lanjutnya.

Kuota haji Indonesia seharusnya 211 ribu orang. Dengan pemangkasan 20 persen, maka jumlah sementara jamaah haji saat ini 168.800. Jumlah ini masih sementara, menunggu respons dari Kerajaan Saudi atas surat Presiden SBY yang meminta hadiah tambahan berupa kenaikan jumlah jamaah haji.

(sip/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%