Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 29/06/2013 14:18 WIB

Jokowi Telah Siapkan Kuda untuk Ditunggangi di Jakarnaval Besok

Dhani Irawan - detikNews
Jokowi Telah Siapkan Kuda untuk Ditunggangi di Jakarnaval Besok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
Jakarta - Rencananya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menunggang kuda saat pelaksaan Jakarnaval Minggu (30/6) besok. Rupanya mantan walikota Solo itu sudah mempersiapkan kuda yang akan ia tunggangi.

"Saya sudah nyiapin kuda, kostumnya, apalagi sih," kata Jokowi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (29/6/2013).

Jokowi tak merinci kuda jenis apa yang akan ia gunakan untuk menyapa warga Jakarta. Namun ia memang telah jauh-jauh hari menyampaikan akan menunggang kuda. "Saya naik kuda," ucapnya, Selasa (18/6).

Jakarnaval digelar sebagai rangkaian perayaan HUT ke-486 Jakarta . Acara itu berkonsep parade yang menampilkan mobil hias dan hiburan. Rencananya Jakarnaval akan digelar pada Minggu 30 Juni sejak pukul 15.00-18.00 WIB.

Rute yang ditempuh mulai dari Jl. Medan Merdeka Selatan sisi Selatan (depan Balaikota) melintasi Jl. MH. Thamrin Sisi Timur (Bundaran Patung Kuda) dan berakhir di Jl. MH. Thamrin Sisi Timur (Bundaran Hotel lndonesia).


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rna/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%