detikcom
Sabtu, 29/06/2013 11:17 WIB

Dari Kendari, Pemerintah Gaungkan Pentingnya Keluarga dalam Pembangunan

Septiana Ledysia - detikNews
Acara di Kendari (Septiana/ detikcom)
Kendari - Acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XX yang dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara, diharapkan menjadi momentum untuk mengingatkan dan mewujudkan kepedulian untuk menjadikan keluarga sebagai subjek dan objek pembangunan bangsa. Selain itu, keluarga juga harus bisa menjadi wahana supaya keluarga menjadi tangguh dan mandiri, sehingga bisa menjadi ketahanan bangsa.

Hal tersebut diutarakan Ketua Panitia Hari Keluarga Nasional Vita Gamawan Fauzi yang juga merupakan Ketua Persatuan PKK (Pemberdayaan Kersejahteraan Keluarga) Indonesia, dalam sambutanya, Sabtu (29/6/2013).

Acara tersebut juga dihadiri Wapres Boediono beserta ibu Herawati dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Pemberdayaan Perempuan.

Sementara itu, Ketua BKKBN Fasli Jalal dalam sambutannya juga mengatakan yang sama. Menurutnya, Peringatan Hari Keluarga Nasional ini bisa mengunggah peran dan fungsi masing-masing keluarga, baik ayah, ibu dan anak untuk membentuk keluarga yang harmonis.

"Saya percaya keluarga yang tangguh, akan membuat Indonesia menjadi bangsa yang tangguh, dan kemudian menjadikan Indonesia sebagai negara yang tangguh," paparnya.

Fasli juga tidak lupa menyematkan pantun diakhir pidatonya. Pantunnya ini disesuaikan dengan tema Hari Keluarga Nasional ini.

"Buah manggis kecil manis rasanya. Jatuh dari pohon berbuah lebat. Melalui keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Menuju keluarga yang bermartabat," tuturnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(spt/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%