Jumat, 28/06/2013 10:06 WIB

Usai Insiden Penyiraman, TVOne Hentikan Diskusi dan Ganti Tayangan

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Insiden penyiraman oleh jubir FPI Munarman ke sosiolog UI Tamrin Amal Tomagola cukup mengagetkan. Acara yang sempat disiarkan langsung itu pun langsung diakhiri dan diganti ke topik lain.

"Setelah kejadian, langsung diakhiri, pindah ke topik lain yang live dari Makassar," kata Manajer Presenter TVOne, Indy Rahmawati, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (28/6/2013).

Dari tayangan video yang beredar di situs jejaring sosial YouTube, memang acara itu langsung dipotong iklan. Dua presenter Arief Fadhil dan Winny Charita tampak berusaha melerai kedua narasumber itu.

"Kita closing dulu," kata Arief sambil melambaikan tangannya.

Setelah iklan beberapa menit, lalu tayangan diganti dengan kabar berita dari Makassar dan lokasi lainnya.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB saat acara diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di studio TvOne, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat. Temanya membahas pelarangan sweeping tempat hiburan malam. Selain Tamrin dan Munarman, ada juga Karopenmas Mabes Polri Boy Rafli Amar.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%