detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 27/06/2013 17:12 WIB

250 Dinamit Hilang Misterius

4 Truk Dikawal Brimob, 2 Dus Dinamit yang Hilang Ada di Truk 4

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Dua dus dinamit milik PT Batu Sarana Persada hilang saat diangkut dari Subang menuju Bogor. Padahal, empat truk yang mengangkut dinamit dan detonator ini dikawal oleh Brimob. Dua dus dinamit yang hilang itu ada di truk 4. Sedangkan semua detonator yang dimuat di truk 3 aman.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan iring-iringan 4 truk pembawa dinamit dan detonator itu berangkat dari Subang sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (26/6/2013). "Empat truk ini dikawal anggota Brimob. Makanya kita juga ikut diperiksa," kata Kapolda.

Dari Subang, empat truk ini menuju Jakarta terlebih dulu sebelum menuju Bogor. Truk-truk ini Sempat berhenti di gudang distributor dinamit di Marunda, Jakarta Utara. Truk-truk ini juga berhenti di pinggir jalan, saat sopir dan kernetnya makan di warung

Empat truk ini tiba di Cigudeg, Bogor pada Rabu (27/6/2013) subuh. "Setelah dihitung oleh pemiliknya, ada dua dus dinamit di truk 4 yang hilang. Satu dus itu berisi 125 dinamit. Pemilik kemudian lapor ke polisi," kata Kapolda.

Pada saat itu, pemilik juga menghitung detonator yang disimpan di truk 3. "Tapi, jumlah detonator lengkap, tidak ada yang hilang," ujar Kapolda.

Saat ditanya apakah dinamit-dinamit yang hilang ini bisa meledak sewaktu-waktu dan membahayakan, Kapolda mengatakan sebenarnya dinamit-dinamit itu tidak bisa meledak tanpa ada detonator. Namun, hilangnya dinamit ini tetap harus dicari.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki hilangnya 250 unit dinamit tersebut. Informasi dari Polda Metro Jaya, terpal yang menutupi dinamit-dinamit di truk 4 tampak sobek. Diduga dinamit-dinamit ini dicuri oleh kelompok bajing loncat.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asy/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close