detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 27/06/2013 12:19 WIB

Arab Saudi Selesaikan Perluasan Wilayah Masjidil Haram di Tahun 2016

Dhani Irawan - detikNews
Jakarta - Pemerintah Arab Saudi melakukan pengurangan kuota jamaah haji sebesar 20 persen untuk setiap negara. Pengurangan itu terkait perluasan kawasan masjidil Haram yang akan selesai pada tahun 2016.

"Proyek ini berlangsung selama 3 tahun. Nantinya hasil perluasan ini termasuk kawasan tawaf akan bisa menampung sebanyak 105 ribu haji per jam," kata duta besar Arab Saudi, Mustafa bin Ibrahim al Mubarak di rumah kedutaan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2013).

Pengurangan kuota itu dimaksudkan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi macet pada musim haji. Mustafa menjelaskan pemerintahannya juga membatasi kuota haji dalam negeri hingga 50 persen.

"Sementara jamaah haji dikurangi 20 persen. Pengurangan bersifat preventif karena sedang ada pengerjaan proyek," ucapnya.

Sebelum pengerjaan mega proyek ini, biasanya kawasan itu bisa menampung sekitar 48 ribu jamaah haji per jam. "Sementara dengan adanya proyek ini 22 ribu per jam," kata Mustafa.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fiq/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%