detikcom
Kamis, 27/06/2013 07:54 WIB

Kabut Asap Masih Selimuti Pekanbaru Pagi Ini

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kabut asap di Pekanbaru pagi ini (27/6/2013)
Jakarta - Kondisi kabut asap pekat pagi ini kembali menyelimuti kota Pekanbaru. Pada papan indeks pencemaran udara terlihat status pencemaran pada tahap tidak sehat.

Jarak pandang di sejumlah kawasan, Kamis (27/6/2013) di bawah 500 meter. Kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan masih terjadi disejumlah kabupaten di Riau. Asap pekat pagi ini kembali sesakan nafas dan membuat mata pedih.

Masyarakat tidak bisa berbuat banyak, terkecuali harus menggunakan makser di luar ruangan. Warga Pekanbaru seakan pasrah atas kondisi kabut asap yang saban tahun menjadi ritinitas di musim kemarau.

"Kemarin sempat kita menghirup udara segar, karena sempat turun hujan. Hari ini asapnya kambuh lagi. Tapi mau bilang apa, ya sudahlah kita berdoa saja semoga turun hujan lagi," kata Syahrial pemilik toko sembako itu dalam perbincangan dengan detikcom.

Sedangkan pantauan di papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpajang di depan Kantor Walikota Pekanbaru, terlihat indek pada tarap Tidak Sehat. Pencemaran mendekati level berbahaya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%