Rabu, 26/06/2013 23:09 WIB

Renovasi Masjidil Haram Diperkirakan Selesai 2016

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Gondo Radityo Gambiro (Foto: Hestiana/detikcom)
Jakarta - Pemotongan kuota haji sebesar 20 persen diperkirakan masih berlaku untuk 3 tahun ke depan. Hal itu lantaran renovasi Masjidil Haram baru kelar tahun 2016.

"Jadi akhir 2016 selesai, tahun depan jamaah tetap 160 ribu selama 3 tahun," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Gondo Radityo Gambiro.

Hal ini disampaikan Gondo usai acara pembekalan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji di Asrama Haji, Pondok Gede, Rabu (26/6/2013).

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan apabila renovasi tersebut selesai maka pemerintah berharap kuota haji bisa mencapai 200 persen.

"Dua menteri Arab Saudi akan menutupi pemotongan kuota 20 persen per tahun dan permintaan 200 persen dipertimbangkan," ujar Gondo yang terbalut baju koko warna putih ini.

Menurut dia, pemerintah Arab Saudi hanya akan menarik uang kepada jamaah yang hadir. "Kalau jamaah yang tidak dapat naik haji maka uangnya tidak dikembalikan dan bisa digunakan tahun depan," kata dia.

Ia menggambarkan jika renovasi selesai Masjidil Haram mampu menampung 105 ribu jamaah per jam.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%