Detik.com News
Detik.com
Rabu, 26/06/2013 12:38 WIB

Misteri Nama Ahmad Maulana di Dakwaan Luthfi Hasan Ishaaq

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
 Misteri Nama Ahmad Maulana di Dakwaan Luthfi Hasan Ishaaq
Jakarta - KPK memunculkan nama Ahmad Maulana di dakwaan kasus suap impor daging dengan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq. Sosok itu berada dalam lingkaran pencucian harta Luthfi. Siapa dia sebenarnya?

Dalam surat dakwaan KPK yang dibacakan penuntut umum pada Senin (24/6) lalu, disebutkan Luthfi mendapatkan hibah Mitsubishi Pajero Sport pada akhir 2009 dari Ahmad Maulana senilai Rp 445 juta. Meski yang membeli adalah Ahmad Maulana, mobil tersebut langsung beratasnamakan Luthfi.

Mobil tersebut sudah lunas pembayarannya pada 22 Januari 2010. Lalu Luthfi ditangkap KPK tiga tahun kemudian atau tepatnya pada 30 Januari 2013.

Nah, kepada KPK Luthfi sempat mengaku mobilnya telah dijual dan dibelikan mobil Mazda XC-9. Namun ternyata, penelusuran KPK berkata lain. Mobil tersebut hingga kini masih atas nama Luthfi.

"Padahal mobil Pajero tersebut belum beralih kepemilikan dan ditemukan penyidik dititipkan di kantor DPP PKS," kata Jaksa Guntur Ferry di sidang.

Siapa Ahmad Maulana? Belum jelas benar. Pihak KPK tidak merinci apa hubungan dan posisi Ahmad Maulana hingga membelikan Luthfi Mobil Pajero.

Namun, sang model cantik Vitalia Shesya pernah punya cerita tentang nama Ahmad Maulana. Saat diwawancarai pada 8 Mei lalu, dia mengaku kenal dengan sosok tersebut, yang tak lain adalah Ahmad Fathanah.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%