Detik.com News
Detik.com

Selasa, 25/06/2013 14:14 WIB

Soal Kasus Suap Jabatan, Kapolri: Penangkapan AKBP ES Langkah Preventif

Mega Putra Ratya - detikNews
Soal Kasus Suap Jabatan, Kapolri: Penangkapan AKBP ES Langkah Preventif
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo bicara soal kasus penangkapan Wadir Sabhara Polda Jateng AKBP Edi Suroso dan Kompol JAP yang bertugas di Polda Metro Jaya. Timur menegaskan kasus dugaan suap jabatan untuk SDM Polri itu masih dilakukan pendalaman.

"Itu kecepatan petugas bagaimana agar itu tidak terjadi, dan preventif kita bagus," kata Timur di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2013).

AKBP Edi ditangkap pada Jumat (21/6) pukul 14.00 WIB di Gedung Utama Polri. Saat itu dia bersama Kompol JAP hendak menemui pihak di bagian SDM Polri. Tapi keburu ditangkap tim Dir Tipikor. Dari tas hitam yang diamankan ditemukan uang Rp 200 juta dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu.

"Itu belum terbukti melakukan," jelas Timur soal penangkapan Edi.

Dir Tipikor Bareskrim Polri masih melakukan pemeriksaan intensif. Timur belum bisa mengungkapkan untuk siapa uang dari AKBP Edi yang dibawanya itu.

"Sekali lagi belum, semua dilakukan langkah-langkah untuk pencegahan," tutupnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%