detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 05:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 25/06/2013 14:04 WIB

Kasus Suap Jabatan, Polri: AKBP ES Diamankan dengan Bukti Uang Rp 200 Juta

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Mabes Polri mengamankan AKBP Edi Suroso yang menjabat sebagai Wadir Sabhara Polda Jateng. Bersamanya ikut diamankan Kompol JAP yang bertugas di Mapolda Metro Jaya. Mereka diduga hendak menyetor uang suap untuk SDM Polri terkait jabatan di kepolisian.

"AKBP ES dan Kompol JAP dibawa ke gedung Bareskrim Polri untuk dilakukan pendalaman, interograsi, berkaitan temuan membawa uang, yang diakui jumlahnya Rp 200 juta," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Penangkapan itu dilakukan pada Jumat (21/6) pukul 14.00 WIB di Gedung Utama Mabes Polri. Saat ditangkap, uang ratusan juta rupiah itu disimpan di dalam tas hitam yang dibawa Edi.

"Uang dibundel, pecahan Rp 100 ribu," jelas Ronny.

Ronny menjelaskan, penindakan ini merupakan kebijakan Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk melakukan pencegahan dan pembersihan di lingkungan kepolisian.

"Sesuai kebijakan Bapak Kapolri terhadap pencegahan dan pembersihan tindakan bernuansa suap gratifikasi, maka Kabareskrim Polri telah menugaskan Dir Tipikor Polri untuk menugaskan tim yang bisa melakukan upaya pencegahan dan penindakan," tutup Ronny.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close