detikcom
Selasa, 25/06/2013 12:05 WIB

Dicekoki Pil Koplo, Gadis 16 Tahun Diperkosa Bergiliran

Dion Fajar - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Dion Fajar
Tuban - Seorang gadis 16 tahun diperkosa 2 pemuda mabuk di lokasi wisata Watu Ondo Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding, Tuban. Korban yang hilang kesadaran usai dicekoki pil koplo sebanyak 12 butir, dicabuli tersangka secara bergiliran.

Korban warga Kecamatan Semanding, Tuban. Sedangkan dua tersangka yang baru dikenal melalui telpon adalah Heri Pitono (21), warga Desa Bektiharjo dan Khusnul Fadilah (19), warga Desa Prunggahan Kulon.

"Korban baru kenal dengan tersangka melalui telpon sekitar 3 bulan lalu," ujar Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Noersento kepada wartawan, Selasa (25/6/2013).

Noersento menjelaskan bahwa sebelumnya korban dihubungi tersangka Heri melalui telpon. Mereka kemudian sepakat bertemu. Korban dijemput tersangka di rumahnya mengendarai motor.

"Korban sempat diajak jalan-jalan ke kota, lalu menghampiri tersangka satunya di dekat TS Medika. Mereka selanjutnya berboncengan tiga menuju Gang Sadar," cerita Noersento.

Dari Gang Sadar, tersangka mengambil pil koplo jenis karnopen sebanyak 20 butir. "Setelah dapat Karnopen, mereka kembali berboncengan tiga menuju kawasan wisata Watu Ondo, Desa Bektiharjo," sambungnya.

Korban dicekoki tersangka pil koplo sebanyak 12 butir, sedang 8 butir sisanya diminum kedua tersangka. Pengaruh pil terlarang itu membuat korban tak sadarkan diri. Kondisi tersebut dimanfaatkan tersangka untuk mencabuli korban.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%