Senin, 24/06/2013 22:53 WIB

Umat Syiah Mesir minta perlindungan internasional

BBCIndonesia.com - detikNews
Seorang pemimpin Syiah di Mesir meminta perlindungan internasional sehari setelah empat warga Syiah dibunuh oleh umat Sunni.

Kepada BBC, Mohamed Ghaneim mengatakan seruan itu disampaikan karena negara tidak mampu melindungi umat Islam Syiah di negara itu.

Empat pemeluk Syiah tewas dalam serangan sekelompok warga Sunni atas kampung Al-Jizah di dekat pinggiran selatan ibukota Kairo, Minggu 23 Juni, sementara delapan lainnya cedera.

Beberapa saksi mata menjelaskan kepada BBC bahwa serangan dimilai ketika beberapa ratus orang yang anti-Syiah mengepung sebuah rumah dan meminta penghuninya meninggalkan rumah sebelum menyerbu ke dalam dan membakarnya.

Para penyerang menuduh warga Syiah yang berkumpul di rumah tersebut bertujuan menyebarkan ajaran Syiah, yang merupakan kelompok minoritas di tengah dominasi umat Sunni di Mesir.

Gambar-gambar tentang serangan itu memperlihatkan korban diseret sampai ke jalanan dan salah seorang yang tewas adalah pemimpin umat Syiah setempat, Hasan Shehata.

Kecaman meluas

Presiden Mohammed Morsi

Presiden Mohammed Morsi mengutuk serangan sebagai pembunuhan keji.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa polisi tidak bertindak mencegah serangan di kampung Al-Jizah itu.

Presiden Mohammed Morsi sudah mengutuk pembunuhan atas warga Syiah itu sebagai sebuah kejahatan keji.

Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh media milik pemerintah, Al-Ahram, presiden menyebutnya sebagai insiden yang bertentangan dengan semangat toleransi dan saling menghargai yang menjadi karakter warga Mesir.

Presiden juga sudah menginstruksikan lembaga-lembaga negara untuk menangkap pihak yang bertangung jawab dan membawanya ke pengadilan.

Sementara kantor Perdana Menteri Hesham Kandil mengatakan ia mengikuti secara seksama proses penyelidikan untuk memastikan hukuman atas pelakunya.

Masjid Al-Azhar -yang amat berpengaruh di Mesir- juga sudah mengecam kekerasan yang ditegaskan bertentangan dengan ajaran Islam dan menyerukan agar pelakunya mendapat hukuman berat.

(bbc/bbc)

  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%