Detik.com News
Detik.com
Senin, 24/06/2013 20:02 WIB

Dapat Hibah Rp 156 Juta, Luthfi Modifikasi Audio 3 Mobilnya

Moksa Hutasoit - detikNews
Dapat Hibah Rp 156 Juta, Luthfi Modifikasi Audio 3 Mobilnya
Jakarta - Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq mendapat dana hibah ratusan juta rupiah. Sebanyak Rp 156 juta digunakan Luthfi untuk memodifikasi audio tiga mobil mewah miliknya.

Dalam kurun waktu April 2012 hingga Januari 2013, Luthfi memang mendapat hibah mencapai ratusan juta rupiah. Eks Presiden PKS itu pun mengalokasikan untuk meng-updgrade audio system di tiga mobil anyarnya, VW Caravella, Toyota Alphard dan Toyota FJ Cruiser.

Hal ini terungkap dalam surat dakwaan untuk terdakwa Luthfi di kasus dugaan suap impor daging sapi saat dibacakan secara bergantian oleh jaksa di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (24/6/2013).

"28 September 2012, Luthfi terima hibah Rp 100 juta melalui rekening BCA atas nama Ahmad Zaki ke rekening BCA atas nama Inggria Chandra untuk bayar biaya modifikasi audio mobil VW Caravella, Toyota Alphard," papar jaksa Wawan Yunarwanto.

Lutfhi juga menerima uang Rp 300 juta dari Zaky untuk biaya sekolah anaknya, Usamah Luthfi di Jordania. Ada juga uang Rp 200 juta dari Fathanah melalui istrinya, Sefti Sanustika untuk bayar kambing dan sapi kurban.

Tak hanya itu, 24 November 2012, Luthfi juga mendapat hibah untuk upgrade audio Toyota FJ Cruisernya. Luthfi meningkatkan kualitas amplifier, sub woofer dan speaker.

(mok/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%