detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Senin, 24/06/2013 17:54 WIB

Kasus Penyerangan Bus Persib, Menpora: Harus Diproses Hukum

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Kisruh antara Persija dan Persib Bandung yang terjadi pada Sabtu (22/6) lalu, menjadi perhatian Menpora Roy Suryo. Sore ini dia mendatangi Mapolres Jakarta Selatan untuk menyampaikan dukungan agar kasus tersebut diusut dan pelakunya dijatuhi hukuman.

"Saya berharap kasus ini bisa ditangani dengan baik, dan agar PSSI tidak salah beri sanksi. Karena saya dengar sore ini juga PSSI akan beri keputusan dari kasus kemarin. Salah satu mau dimenangkan, apakah Persib atau Persija," ujar Menpora Roy Suryo di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya, Jaksel, Senin (24/6/2013).

Roy yang sore ini berpakaian kemeja putih bergaris merah, datang ke Polres sekitar pukul 17.00 WIB. Dengan menggunakan mobil dinasnya, dia langsung masuk ke Mapolres Jakarta Selatan dan menuju lantai 2.

Dia menuturkan, saat ini masyarakat tidak boleh menghakimi salah satu klub sebagai biang kerusuhan. Salah satu hal yang sebaiknya dilakukan adalah menyerahkan kasus ini sepenuhnya untuk diurus oleh polisi.

"Menurut saya kita tidak boleh memutuskan terlalu cepat begitu, harus tahu kasusnya. Kalau Persija yang menang, Persibnya kan walk out gara-gara ada masalah. Atau kalau memang Persibnya mau dimenangkan, apakah sudah pasti, pelakunya adalah memang Jakmania. Jadi saya ingin pastikan dulu," jelasnya.

Hingga saat ini, menurut Roy, pertandingan antara Persija vs Persib harus diadakan ulang, karena kejadian tersebut. Akan tetapi kasus ini masih harus diusut, karena bukan tidak mungkin ada oknum tertentu yang tidak memiliki hubungan samasekali dengan Jakmania terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Saya sudah kontak ke PSSI agar mereka mereka tunda dulu, kalau perlu memang yang paling fair, tanding ulang dua-duanya. Tapi yang pasti kita harus bedakan mana yang kriminal mana yang tidak, saya ingin tahu kasusnya sesuai UU Keolahragaan Nasional," tutur ahli telematika tersebut.

Akibat peristiwa ini, Roy merasa perlu bertanggung jawab untuk segera menyelesaikan kasus, agar tidak berlarut. "Menteri berhak juga untuk mengatur, membina segala masalah olahraga, termasuk yang hari ini," jelasnya sambil berlalu.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rni/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close