detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 21/06/2013 23:41 WIB

BBM Naik, BMW dan Terrano Ikut Antre di SPBU di Bekasi

Prins David Saut - detikNews
Bekasi - Harga BBM subsidi resmi naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500. Sejumlah SPBU di Jakarta dan sekitarnya mulai dipadati berbagai kendaraan. Mulai dari angkutan umum hingga truk, seperti salah satu SPBU di Bekasi.

Namun uniknya di SPBU yang terletak di Jalan Bintara Raya, Bekasi Barat, Jawa Barat, Jumat (21/6/2013), ini tidak hanya angkutan kota dan truk yang ikut mengular hingga pintu masuk SPBU. Ada mobil yang tergolong mewah yang rela mengantre sekitar 30 menit untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Sebut saja BMW, Nissan Terrano, Honda New CRV, Kijang Innova, dan Toyota Yaris. Di antara para sopir angkutan umum yang ingin memenuhi tangki kendaraan mereka, para pengendara mobil-mobil cukup mewah tersebut juga tak mau kalah membeli bahan bakar yang seharusnya bukan untuk mereka.

"Dekat rumah dan mumpung belum pukul 00.00 WIB, jadi sekalian saja. Biasanya saya juga pakai yang nggak subsidi," ujar pengendara New CRV yang tak ingin disebutkan namanya.

Antrean kendaraan di SPBU yang berada dekat dengan pemukiman kelas menengah ini mulai berangsur-angsur kondusif. "Dari tadi, pukul 19.00 WIB mulai ramai, tapi motor duluan cuman sampai pintu masuk. Angkutan umum juga banyak yang antre tadi," ujar petugas SPBU bernama Adi.

Sementara antrean kendaraan bermotor roda dua di SPBU ini masih mengular sampai pintu masuk, sekitar 20 meter sebelum mesin pengisian BBM. Penjagaan SPBU juga hanya dilakukan oleh warga setempat dan petugas Binmas.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(vid/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%