detikcom
Jumat, 21/06/2013 23:41 WIB

BBM Naik, BMW dan Terrano Ikut Antre di SPBU di Bekasi

Prins David Saut - detikNews
Bekasi - Harga BBM subsidi resmi naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500. Sejumlah SPBU di Jakarta dan sekitarnya mulai dipadati berbagai kendaraan. Mulai dari angkutan umum hingga truk, seperti salah satu SPBU di Bekasi.

Namun uniknya di SPBU yang terletak di Jalan Bintara Raya, Bekasi Barat, Jawa Barat, Jumat (21/6/2013), ini tidak hanya angkutan kota dan truk yang ikut mengular hingga pintu masuk SPBU. Ada mobil yang tergolong mewah yang rela mengantre sekitar 30 menit untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Sebut saja BMW, Nissan Terrano, Honda New CRV, Kijang Innova, dan Toyota Yaris. Di antara para sopir angkutan umum yang ingin memenuhi tangki kendaraan mereka, para pengendara mobil-mobil cukup mewah tersebut juga tak mau kalah membeli bahan bakar yang seharusnya bukan untuk mereka.

"Dekat rumah dan mumpung belum pukul 00.00 WIB, jadi sekalian saja. Biasanya saya juga pakai yang nggak subsidi," ujar pengendara New CRV yang tak ingin disebutkan namanya.

Antrean kendaraan di SPBU yang berada dekat dengan pemukiman kelas menengah ini mulai berangsur-angsur kondusif. "Dari tadi, pukul 19.00 WIB mulai ramai, tapi motor duluan cuman sampai pintu masuk. Angkutan umum juga banyak yang antre tadi," ujar petugas SPBU bernama Adi.

Sementara antrean kendaraan bermotor roda dua di SPBU ini masih mengular sampai pintu masuk, sekitar 20 meter sebelum mesin pengisian BBM. Penjagaan SPBU juga hanya dilakukan oleh warga setempat dan petugas Binmas.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%