detikcom
Jumat, 21/06/2013 23:21 WIB

Mau Tahu Berangkat atau Tidak Haji Tahun Ini? Berikut Caranya

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) sedang melakukan verifikasi kriteria jemaah haji di setiap daerah. Rencananya Senin (24/6/), pengumuman tersebut bisa dilihat di www.Haji.Kemenag.go.id. Siapa saja yang memenuhi kriteria dan bisa berangkat, bisa dilihat di situs itu.

"Saat ini tim kita sedang melakukan verifikasi jemaah haji dari provinsi sampai tingkat kota dan Kabupaten, verifikasi telah dilakukan seminggu lalu, hal ini sembari menunggu lobi terhadap kerajaan Saudi Arabia oleh Pak Menteri," ujar Kasubdit Pendaftaran Jemaah Haji, M Amin Akkas, usai jumpa pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (21/6/2013).

Amin mengatakan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan verifikasi jemaah haji yang akan berangkat tahun ini.

"Kami butuh waktu, hari ini verifikasi terakhir, kira-kira Minggu depan, Senin (24/6) dapat diumumkan jemaah haji yang berangkat,"

Menurutnya terdapat tiga model pengumuman jemaah haji untuk tahun ini setelah dilakukan verifikasi. "Setelah verifikasi nama-nama jemaah yang berangkat akan diserahkan ke Kanwil untuk diumumkan ke masing-masing travel atau penyelenggara haji di kota dan kabupaten," tuturnya.

Selain melalui Kanwil Kementerian Agama, Lanjut Amin, para jemaah bisa melihat melalui website resmi Kemenag. "Di www.Haji.Kemenag.go.I'd. Kita juga punya Call center haji di O21- 500425," tandasnya.


Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%