Jumat, 21/06/2013 16:19 WIB

Ketua DPD RI: Ketua MPR Harus Bisa Mengayomi DPR dan DPD

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - PDIP belum menyebutkan siapa pengganti Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR RI. Adalah wewenang Ketua Umum PDIP dalam hal ini, namun Ketua DPD RI Irman Gusman berharap siapapun yang ditunjuk mampu memenuhi kriterianya.

"Ketua MPR itu kan harus mengayomi bawahannya, anggota MPR itu kan DPR sama DPD. Bukan hanya DPR," ujar Irman Gusman saat diwawancarai di kantornya, Jumat (21/6/2013).

Menurutnya memang sulit menemukan orang seperti Taufiq Kiemas yang sangat negarawan. Ia juga berharap Ketua MPR yang baru nantinya mampu menjalin komunikasi yang baik dari berbagai golongan.

"Pak Taufiq sering itu ke sini (kantor pimpinan DPD) terus ke lantai tiga (kantor pimpinan DPR), jadi beliau sangat merangkul semua anggota MPR," tambahnya.

Sosok kepemimpinan Taufiq Kiemas dianggap menjadi tolok ukur dalam menentukan calon ketua MPR RI. Diberitakan sebelumnya Irman Gusman menyebut enam nama kader PDIP sebagai calon potensial pengganti Taufiq Kiemas.

"Banyak tokoh-tokoh, ada mas Tjahjo Kumolo, ada Mas Pram (Pramono Anung -red), ada Pak Darto (Sidarto Danusbroto -red), ada Mbak Puan (Maharani -red), ada M Prakosa, ada Pak Yasonna Laoly," kata Ketua DPD RI, Irman Gusman, di Gedung DPR, Senayan, Rabu (19/6).


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(van/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%