detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 21/06/2013 15:10 WIB

BBM Naik, Taksi Express Hitung Persentase Tarif Baru

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga BBM malam nanti. Kenaikan tersebut akan berdampak pada kenaikan tarif angkutan umum, termasuk taksi. Pengelola taksi Express saat ini juga sedang menghitung tarif baru.

"Kita menghitung persentase (kenaikan tarif). Minimal 1 bulan setelah pengumuman kenaikan BBM akan ada kenaikan tarif angkutan umum," ujar Direktur Keuangan Express Transindo Utama, David Santoso, kepada detikcom, Jumat (21/6/2013).

Namun David belum dapat menjelaskan berapa rencana kenaikan harga tersebut. Menurutnya, kenaikan itu akan dibahas dalam rapat Organda bersama dengan pemerintah.

"Yang jelas tidak akan melebihi persentase kenaikan BBM," ungkapnya.

Sebab menurutnya Organda juga menghitung daya serap pasar. Sehingga tarif angkutan umum, khususnya taksi, masih terjangkau kantong masyarakat.

"Pada dasarnya kita mendukung kebijakan pemerintah," kata David.

Saat ini Express menetapkan tarif bawah yaitu ongkos buka pintu Rp 5.000 dan Rp 2.500/km.

Pemerintah akan mengumumkan kenaikan tarif BBM pukul 22.00 WIB. Bensin naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 dan solar Rp 4.500 menjadi Rp 5.500. Kenaikan berkisar 44%.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(kff/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%