detikcom
Jumat, 21/06/2013 14:26 WIB

Kasus Alquran, Zulkarnaen Soal Priyo: Pada Waktunya Pasti akan Ketahuan

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Politisi Golkar Priyo Budi Santoso terseret-seret kasus dugaan suap dalam proyek pengadaan kitab suci Alquran di Kemenag. Peran Priyo memang belum terbukti, namun Zulkarnaen Djabar yakin keterlibatan koleganya di satu partai tersebut pada akhirnya akan ketahuan.

"Sudahlah nanti kalau sudah pada waktunya pasti akan ketahuan," kata Zulkarnaen saat keluar dari gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2013).

Zulkarnaen meminta publik untuk bersabar mengikuti kasus ini. Zulkarnaen berjanji akan membuka keterlibatan wakil ketua DPR itu jika waktunya sudah tepat.

"Pada waktunya nanti apa yang ditanyakan akan saya kasih tahu pada kawan-kawan," tambah Zulkarnaen.

Zulkarnaen juga mengatakan yang lebih mengetahui keterlibatan Priyo dalam kasus ini adalah Fahd El Fauz.

"Yang memunculkan nama Priyo dan prosentase itu adalah saudara Fahd, dia lebih tahu," pungkasnya.

Nama Priyo Budi Santoso disebut Fahd El Fauz dalam persidangan. Priyo diduga menerima fee 1 persen dari proyek pengadaan laboratorium komputer tahun 2011 senilai Rp 31,2 miliar dan fee 3,5 persen dari proyek pengadaan Alquran tahun 2011 sebesar Rp22 miliar. Priyo sendiri sudah berkali-kali membantah turut menerima fee ke dua proyek tersebut.

Sementara Zulkarnaen Djabar sendiri telah divonis 15 tahun penjara oleh pengadilan Tipikor dalam kasus. Dia mengajukan banding ke pengadilan tinggi karena menganggap vonisnya terlalu berat.

Zulkarnaen Djabar divonis dalam kasus dugaan suap proyek kitab suci Alquran dan pengadaan Laboratorium Komputer Madrasah Tsanawiah di Kemenag tahun anggaran 2011.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%