detikcom
Jumat, 21/06/2013 13:43 WIB

Napak Tilas Jakarta (17)

Kisah Entong Gendut dan Kesaktiannya

Rina Atriana - detikNews
Halaman 1 dari 3
Baba Taceh.
Jakarta - Lelaki berusia senja itu dengan ramah menerima kehadiran detikcom kendati baru saja menyelesaikan pekerjaannya sebagai kuli. Babe Taceh, demikian pria berusia 70 tahun itu biasa disapa, menceritakan kehebatan kakeknya, Entong Gendut. Tokoh Betawi pemimpin pemberontakan petani di tahun 1916.

Baba Taceh mengaku tak punya cerita banyak mengenai sejarah heroik Entong Gendut, kakeknya. Baba Taceh mengatakan Entong Gendut memiliki golok sakti.

"Diceritain kalau tuh sarung golok dibuka, Belanda langsung pada berenang aja gitu di tanah. Soalnya kalo perasaan mereka itu mereka lagi ada di laut," tutur cucu Entong Gendut, Baba Taceh, kepada detikcom di Batu Ampar, Jakarta Timur, Senin (18/6/2013) malam lalu.

Biasanya usai berenang di atas tanah, para Belanda langsung lari kocar-kacir meninggalkan Entong Gendut. Dikabarkan golok tersebut juga pernah digunakan untuk membelah rel kereta. Namun tak ada keterangan lebih jauh mengenai kapan waktunya dan dalam rangka apa.

Baba Taceh menjelaskan, golok tersebut memiliki panjang sekitar 50 cm. Saat ini disimpan di rumah adik dari Baba Taceh yang bernama Mak Inong. Sayangnya detikcom tidak berkesempatan untuk melihat golok keramat tersebut dengan alasan tidak boleh dipublikasikan.

"Disimpen buat jaga-jaga aja. Ditaruh di atas pintu," ujar Baba Taceh.

Menurut Baba Taceh hanya golok tersebut peninggalan Entong Gendut yang tersisa. Kesaktian lain yang dimiliki Entong Gendut, menurut Baba Taceh adalah ilmu mupus.Next

Halaman 1 2 3

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%