detikcom
Jumat, 21/06/2013 12:55 WIB

Demo Soal BBM, Kader Hanura Lemparkan Bangkai Ayam ke DPRD Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Para kader Partai Hanura melemparkan bangkai ayam ke gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut). Tindakan itu bagian dari aksi demonstrasi mereka menentang rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Aksi demonstrasi itu dilakukan sekitar 100 orang kader di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (21/6/2013). Massa yang menamakan diri Forum Kader dan Simpatisan Partai Hanura Sumut itu mengenakan seragam dan membawa bendera partainya.

Dalam orasinya, mereka menyatakan prihatin atas rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Sendi-sendi kenaikan ekonomi masyarakat dinilai akan semakin rapuh dengan kenaikan ini, apalagi sebentar lagi Ramadan dan Lebaran.

"Pengucuran dana BLSM, kartu jaminan sosial dan sebagainya, merupakan program pencitraan bagi partai penguasa," kata pendemo dalam pernyataan sikapnya.

Setelah selesai berorasi, massa membawa seekor ayam betina dan memotong lehernya dengan pisau jenis cutter. Ayam itu kemudian dipijak-pijak, dan setelah itu dilemparkan ke halaman dalam gedung DPRD Sumut yang dijaga polisi dan satpam. Setelah itu, massa membubarkan diri.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(rul/try)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%
MustRead close