detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 20/06/2013 18:24 WIB

Gugatan Pilgub Bali Ditolak MK, Pihak PAS Tuding Saksi Berbohong

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Kuasa hukum pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) yang kalah dalam Pilgub Bali 2013 menuding saksi sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) membohongi masyarakat. Tudingan ini disampaikan setelah MK memutuskan menolak gugatan hasil Pilgub Bali 2013 yang dimohonkan PAS.

Kuasa hukum PAS, Arteria Dahlan, menilai saksi-saksi dari termohon yakni KPU Provinsi Bali telah berbohong. Saksi-saksi tersebut dihadirkan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Provinsi Bali 2013 di MK.

"Upaya hukum selanjutnya, kita kasih tahu masyarakat ya, saksi mereka bohong semua," kata Arteria di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2013).

Arteria juga menyesalkan proses sidang yang dinilainya berlangsung dalam waktu singkat hingga putusan. Menurutnya, gugatan hasil pemilu yang diajukan kliennya berlangsung hanya dua minggu mencatat rekor sidang tercepat di MK.

"Kita laporkan ke PTUN, sidangnya sangat cepat. Kemarin kesimpulan, sekarang sudah putusan dan dalam sejarah sidang MK, ini pertama kalinya sidang berlangsung sangat cepat," ujar Arteria.

MK memutuskan menolak gugatan PAS terhadap hasil pilgub Bali 2013 yang memenangkan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta). Menurut MK, dalil permohonan PAS tidak terbukti dan tidak beralasan menurut hukum. Menanggapi hal ini, Arteria menyatakan putusan MK tidak cermat.

"Putusan MK ini tidak cermat, tidak penuh kehati-hatian," tutup Arteria.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fdn/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%