detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 20/06/2013 16:24 WIB

Pemerintah Singapura Bentuk Komisi Khusus Atasi Kabut Asap

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Lee Hsien Loong (Straits Times)
Singapura - Pemerintah Singapura terus mencari cara untuk mengatasi polusi asap yang melanda wilayah mereka. Salah satunya pembentukan komisi khusus untuk membahas solusi penanganan kabut asap ini.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menuturkan, komisi bernama Haze Inter-Ministerial Committee ini akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, yang juga dikenal sebagai dokter anak dan ahli genetika. Komisi ini akan fokus pada upaya pencegahan dan penanggulangan masalah kabut asap.

"Melindungi kesehatan dan keselamatan publik, bekerja dengan pemerintah Indonesia untuk mengurangi kabut asap langsung dari sumbernya dan menjaga ketahanan ekonomi dan sosial," ujar PM Lee dalam konferensi pers seperti dilansir Straits Times, Kamis (20/6/2013).

Komisi ini juga memiliki serangkaian tugas lainnya, seperti meninjau panduan yang ada demi melindungi pihak-pihak yang rawan, memastikan bahwa aktivitas masyarakat dan bisnis, terutama layanan penting, untuk tetap bisa beroperasi. Panduan yang jelas soal langkah perlindungan bagi setiap level Pollutant Standards Index (PSI) akan segera dikeluarkan oleh komisi.

"Saya minta warga Singapura tetap tenang dan saling menjaga satu sama lain. Tolong perhatikan tetangga Anda, terutama yang berusia lanjut dan yang masih anak-anak. Jika ada dari mereka yang mengalami gangguan pernafasan, tolong bawa mereka ke klinik segera," ucap PM Lee.

"Saya yakin kita bisa mengatasi masalah ini, dan melaluinya jika kita tetap bersatu dan bekerja bersama," imbuhnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%