detikcom

Kamis, 20/06/2013 14:17 WIB

35% Caleg DPR RI di Seluruh Dapil Berasal dari Jakarta

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) mendapati temuan soal mayoritas domisili caleg pasca diumumkan oleh KPU. Yaitu sebanyak 35 persen atau 2.100 caleg DPR RI di seluruh Indonesia berasal dari Jakarta.

"Dari total 6.550 daftar calon sementara DPR RI yang diumumkan oleh KPU, ditemukan sebanyak 2.301 calon atau 35% tinggal atau beralamatkan di Jakarta," kata Deputi JPPR Masykuruddin Hafidz, dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Kamis (20/6/2013).

Data tersebut termasuk dengan Dapil DKI Jakarta. Menurut Masykurudin, dari temuan tersebut Partai Demokrat mempunyai calon asal Jakarta yang paling banyak yaitu sebanyak 266 calon.

"Diikuti oleh Partai Golkar 251 calon, Partai Hanura 249 calon, PDIP 216 calon, Partai Gerindra 198 calon, PAN 188 calon, PPP 181 calon, PKPI 181 calon, PBB 176 calon, Partai Nasdem 159 calon, PKB 155 calon dan PKS 81 calon," ungkapnya.

Sementara jika tidak dimasukkan Dapil DKI Jakarta, maka diketahui sebanyak 2.100 calon atau 32% caleg sementara yang tinggal atau beralamatkan di Jakarta justru mencalonkan di daerah pemilihan luar Jakarta.

"Dari jumlah temuan tersebut Partai Demokrat mempunyai calon paling banyak yaitu 248 calon dari seluruh total daftar calonnya, diikuti oleh Partai Golkar 234 calon, Partai Hanura 230 calon, PDIP 202 calon, Partai Gerindra 186 calon, PAN 174 calon, PKPI 164 calon, PPP 160 calon, PBB 160 calon, Partai Nasdem 141 calon, PKB 136 calon dan PKS 65 calon," papar Masykurudin.

Sebelumnya, KPU telah mempublikasikan profil lengkap caleg yang masuk dalam Daftar Caleg Sementara (DCS), melalui website resmi KPU www.kpu.go.id.

Dalam profil dapat diketahui data diri caleg mulai dari tempat tanggal lahir, status perkawinan, alamat tempat tinggal, riwayat pendidikan, kursus atau diklat yang pernah diikuti, riwayat organisasi, riwayat pekerjaan, riwayat perjuangan dan tanda penghargaan yang pernah diterima.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bal/van)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%