Kamis, 20/06/2013 12:58 WIB

Foto Close-up Hingga Berjas, Ini Gaya Caleg Artis PAN di Daftar KPU

M Iqbal - detikNews
Foto: KPU
Jakarta - Segudang caleg artis akan turut meramaikan Pemilu Legislatif 2014 mendatang. Artis yang identik selalu ingin tampil menarik ini, menampilkan gaya agak berbeda dalam foto caleg mereka. Seperti apa penampakan mereka?

Daftar nama caleg artis terbanyak dimiliki oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Partai berlambang matahari ini mempersilakan calegnya berfoto dengan pakaian bebas, berbeda dengan beberapa partai lain yang mewajibkan calegnya memakai jas partai.

Seperti dikutip dari daftar caleg sementara yang dipublikasikan KPU, Kamis (20/6/2013), tak semua caleg PAN berpose dengan gaya formal khas caleg. Artis Hengki Kurniawan yang nyaleg di Dapil Jawa Timur VI, tampil santai dalam foto dengan blazer dan kemeja putih.

Angle foto yang sama dengan Hengki dan lebih close up adalah Lucky Hakim yang nyaleg di Dapil Jawa Barat VI. Lucky dalam foto tampil santai. Ia mengenakan jas biru dan berkacamata dengan angle foto di kiri. Senyumnya lebar, memperlihatkan barisan gigi.

Foto caleg artis PAN lain yang berbeda dan tak serupa umumnya foto caleg adalah artis Jeremy Thomas yang nyaleg di DKI Jakarta III nomor 8. Jeremy tampil dengan baju batik berwarna cokelat.

Kemudian Desy Ratnasari yang nyaleg dari Dapil Jawa Barat IV menampilkan foto close up. Dia mengenakan kerudung cokelat. Meski PAN indentik dengan warna biru, rupanya tidak mempengaruhi pilihan busana Desy.

Sementara artis lainnya, memilih tampil dengan busana resmi serupa politisi kawakan. Di antaranya artis Anang Hermansyah yang maju di Dapil Jatim IV berfoto dengan jas dan kemeja hitam tanpa dasi, begitu juga artis Primus Yustisio yang nyaleg dari Dapil Jawa Barat V. Hal serupa juga dilakukan artis Eko Hendro "Patrio" yang nyaleg di Jatim VIII. Sementara artis Ikang Fawzi dari Jabar II berfoto dengan senyum lebar, kemaja biru dan dasi.

Lalu, apakah penampilan mereka dalam foto menentukan elektabilitas?


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%