Detik.com News
Detik.com

Kamis, 20/06/2013 07:53 WIB

Cegah Fasilitas Umum Dirusak, Pemerintah Sebaiknya Lokalisir Aksi Demo

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Cegah Fasilitas Umum Dirusak, Pemerintah Sebaiknya Lokalisir Aksi Demo Ilustrasi (detikcom)
Jakarta - Akhir-akhir ini terjadi beberapa aksi demontrasi yang berakhir rusuh, fasilitas umum menjadi korban. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah disarankan untuk membuat tempat khusus bagi para pengunjuk rasa.

"Buat saja tempat khusus untuk demontrasi, misal taman depan DPR itu bisa digunakan untuk melokalisir demonstran," ujar pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna saat berbincang dengan detikcom, Rabu (19/6/2013).

Menurut Yayat ketika demontran dilokalisir, maka mereka tidak akan bisa melakukan perusakan. Bahkan mereka juga tidak akan bisa mengganggu mobilitas dan kegiatan warga. Hal itu bisa dilakukan misalnya dengan mendesain taman menjadi tempat khusus untuk berunjuk rasa.

"Jakarta perlu menambah ruang-ruang terbuka khususnya di area strategis. Nantinya tempat-tempat itu bisa digunakan untu berunjuk rasa," Tambahnya.

Yayat berpandangan salah satu penyebab terjadinya perusakan adalah ada jarak yang terlalu jauh antara demontra dan para pejabat, sehingga mereka merasa tidak didengarkan. Dia mencontohkan pagar dan tembok kokoh di depan gedung DPR menyebabkan para demontran sering kali merasa tidak diperhatikan dan didengarkan.

"Tembok dan pagar menghambat untuk berkomunikasi, sehingga menimbulkan kemarahan dan perusakan," pungkasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%