detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 17:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 19/06/2013 17:22 WIB

Diburu FBI karena Kejahatan Seks Anak, Mantan Dosen AS Dibekuk di Meksiko

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
AFP
Mexico City - Salah satu buronan paling dicari oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI berhasil dibekuk di Meksiko. Mantan dosen di Amerika Serikat ini diburu atas kasus kejahatan seks anak.

Walter Lee Williams (69) masuk dalam daftar 10 Buronan Paling Dicari yang dirilis oleh FBI. Williams ditangkap di sebuah taman di Playa del Carmen, yang merupakan kota wisata yang berada di jajaran pantai Karibia, Meksiko.

Jaksa wilayah Quintana Roo, Armando Garcia, seperti dilansir Asia One, Rabu (19/6/2013), mengatakan bahwa Williams diperlakukan sebagai tersangka kejahatan yang sangat berbahaya dan mendapat pengawalan yang sangat ketat.

FBI memasukkan nama Williams dalam daftar 10 Buronan Paling Dicari pada Senin (17/6) waktu setempat. Surat perintah penangkapan terhadap pria itu telah dikeluarkan sejak 30 April lalu, dengan dakwaan eksploitasi anak.

"Karena statusnya, dia mendapat sarana dan akses ke anak-anak, dan itulah yang membuatnya berbahaya. Dia memangsa anak-anak yang paling rapuh," ujar Agen Khusus FBI, Jeff Yesensky dalam rekaman video soal perburuan Williams.

FBI menawarkan imbalan hingga US$ 100 ribu atau setara Rp 990 juta bagi setiap informasi yang mengarah pada penangkapan Williams.

Sebelum menjadi buronan, Williams berprofesi sebagai dosen pengajar tetap di University of Southern California yang terkenal bergengsi itu. Tidak hanya itu, Williams juga seorang profesor yang ahli soal isu antropologi dan gender.

Dalam videonya, FBI menyebutkan, korban-korban William rata-rata berjenis kelamin laki-laki dan berusia antara 14-17 tahun. Menurut FBI, kebanyakan korban William berasal dari negara dunia ketiga. Williams sendiri diketahui telah melakukan perjalanan ke sejumlah negara yang sebagian besar ada di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Filipina.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%