detikcom
Rabu, 19/06/2013 15:53 WIB

Kabut Asap di Singapura Terburuk dalam 16 Tahun, Warga dan Turis Marah

Rita Uli Hutapea - detikNews
kabut asap di Singapura (AFP)
Singapura, - Masalah kabut asap yang melanda Singapura kian bertambah buruk hari ini. Tingkat polusi udara di negeri Singa itu bahkan telah mencapai rekor tertinggi dalam kurun waktu 16 tahun. Warga Singapura dan para turis pun melontarkan kemarahan mereka atas kabut asap kiriman dari Sumatera ini.

Menurut situs Badan Lingkungan Hidup Nasional, NEA, Indeks Standar Polutan pada hari ini pukul 15.00 waktu setempat telah melonjak ke level 172, jauh melampaui batasan level 100 yang berarti "tidak sehat". Ini merupakan level kabut asap terburuk di Singapura sejak tahun 1997 lalu ketika angkanya mencapai 226.

Atas kondisi ini, banyak turis yang mempersingkat liburan mereka di Singapura. Seperti diungkapkan Zac Kot asal Amerika Serikat yang berlibur di Singapura bersama istri dan kedua putrinya.

"Apakah kabut berdampak pada kami? Tentunya. Kami akan meninggalkan Singapura dua hari lebih awal karena kami mengalami masalah pernafasan," cetus pengusaha berumur 40 tahun itu seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/6/2013).

Turis Rusia Egor Podolsky mengatakan, kabut asap ini memaksa dirinya dan kekasihnya mengubah jadwal jalan-jalan mereka di Singapura. "Anda bisa lihat orang-orang mengenakan masker ketika berjalan... Ini tidak bagus, sama sekali tidak bagus," tutur pemuda berumur 23 tahun itu.

Menurut Badan Lingkungan Hidup Nasional, NEA, setidaknya 138 titik api terdeteksi di wilayah Sumatera. Kondisi kabut asap ini diperkirakan akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan. Kebakaran hutan di Sumatera ini biasanya terjadi tiap kali musim kemarau.

NEA pun telah mengeluarkan peringatan bagi warga, khususnya anak-anak dan para lanjut usia untuk menghindari kegiatan di luar ruangan. Mereka yang terpaksa harus pergi ke luar ruangan diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.



Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close