detikcom
Rabu, 19/06/2013 14:38 WIB

Napak Tilas Jakarta (13)

Jurus Seni Maen Pukulan Sabeni: Naga Ngerem hingga Kelabang Nyebrang

Rina Atriana - detikNews
Halaman 1 dari 3
Logo 'Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang' (Foto: Rina Atriana/detikcom)
Jakarta - Sepeninggal Sabeni, pendekar dari Tenabang, yang wafat pada 15 Agustus 1945, ilmu silatnya tetap hidup. Anak-cucu mewarisi ilmu Sabeni hingga kini dan mengajarkannya kepada masyarakat yang berminat. Aliran silat Sabeni dikenal mengajarkan jurus-jurus yang terilhami dari gerak-gerik hewan: Naga Ngerem, Kelabang Nyebrang, Merak Mengigel, dan Sela Bumi.

'Seni Maen Pukulan Sabeni' demikian nama padepokan pencak silat Betawi aliran Sabeni yang kini terus menyebarkan ilmunya dengan tempat latihan di kawasan Tanah Abang. Kadang menumpang di pelataran Kecamatan Tanah Abang atau di SD Spoor Lama di kawasan Kebon Kacang Raya.



Murid-murid Bang Zul berlatih di pelataran Kecamatan Tanah Abang pada Minggu pagi (Foto: Rina Atriana/detikcom)

Grand Master Zul Bachtiar, yang merupakan cucu dari istri ketiga Sabeni, yang mengasuh padepokan ini juga kadang mengajarkan seni bela diri di berbagai institusi dan berpindah-pindah tempat mengajarnya.



Bang Zul (tengah) sedang mengajarkan silat (Foto: Facebook Komunitas Silat Sabeni) Next

Halaman 1 2 3

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%