Serangan ini terjadi di daerah Jajeri, yang menjadi markas kuat kelompok pemberontak Boko Haram. Salah satu kerabat siswa yang tewas, Mohammed Saleh menuturkan, serangan terjadi beberapa saat setelah ujian akhir sekolah dimulai pada Senin (17/8) waktu setempat.
Para pelaku masuk ke dalam gedung dan menembaki siswa yang tengah duduk mengerjakan soal ujian. "Sembilan siswa tewas seketika," ucap Mohammed Saleh seperti dilansir AFP, Rabu (19/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sedang ada di sekolah pada Senin (17/6) siang ketika saya mulai mendengar suara tembakan," tuturnya.
"Awalnya saya berpikir suaranya berasal dari luar sekolah, tapi ketika saya melihat orang-orang berlarian, saya bingung dan memutuskan untuk bersembunyi karena ketakutan, hingga akhirnya 30 menit kemudian jasad-jasad siswa yang menjadi korban dibawa keluar," imbuh Buba.
Serangan serupa juga terjadi pada Minggu (16/8) malam di sebuah SMP di Damataru. Sekelompok pria bersenjata merangsek masuk ke dalam gedung sekolah dan menembak mati 7 siswa dan 2 guru. Menurut aparat setempat, dua pelaku juga ikut tewas dalam serangan tersebut.
Diduga kuat, kelompok militan Boko Haram berada di balik aksi-aksi ini. Kelompok yang memperjuangkan terbentuknya negara Islam di Nigeria ini bertanggung jawab dalam aksi kekerasan serupa di sejumlah sekolah setempat.
(nvc/ita)











































