Selasa, 18/06/2013 12:35 WIB

Singapura kembali diselimuti asap Indonesia

BBCIndonesia.com - detikNews
singapura

Gedung di Singa[pura saat ini diliputi polusi asap dari kebakaran hutan di Sumatra.

Pemerintah Singapore mengeluarkan peringatan kesehatan menyusul kabut asap yang berasal dari pembakaran hutan di sekitar Indonesia.

Dalam Indeks Standar Polusi, PSI, Senin malam tercatat mencapai angka 155, jauh diatas batas sehat 100, dan menjadi tingkat tertinggi sejak 1997.

Singapura memperingatkan warganya untuk menghindari aktivitas fisik di luar ruangan, dan warga yang rentan diminta tetap di dalam ruangan.

Pemerintah memperkirakan kabut asap ini akan bertahan selama beberapa hari ke depan.

Di Singapura, pemandangan banyak gedung terlihat menjadi kabur akibat kabut asap, dan bau kayu terbakar bisa dirasakan di kota.

Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura mengatakan angin telah membawa asap yang berasal dari pembakaran hutan di Sumatra, Indonesia.

Disebutkan bahwa mereka mendesak otoritas Indonesia untuk melakukan langkah segera untuk mengurangi kabut yang melintas batas.

Menteri Lingkungan Hidup Singapura Dr Vibian Balakrishnan mengatakan untuk waktu yang lama, kepentingan komersial Indonesia telah mengesampingkan masalah lingkungan hidup.

Peran Singapura dan Malaysia

Tetapi, seorang pejabat Indonesia mengatakan bahwa investor asal Singapura dan Malaysia juga ikut bertanggung jawab dalam kebakaran hutan ini.

Teknik pembalakan dan pembakaran digunakan di lahan yang murah sebagai metode pembersihan dan itu bukan hanya digunakan oleh petani lokal, tetapi juga karyawan perusahaan minyak sawit termasuk yang dimiliki oleh pengusaha Singapura dan Malaysia, kata Hadi Daryanto, seorang pejabat Kementerian Kehutanan Indonesia kepada AFP.

"Kami mengharapkan pemerintah Malaysia dan Singapura juga memberitahu pengusaha mereka untuk mengadopsi kebijakan layak sehingga kita bisa mengatasi masalah ini bersama.

Indonesia disebutnya telah mengerahkan petugas pemadam kebakaran untuk mengatasi kebakaran hutan ini.

Sejumlah bagian negara tetangga Malaysia juga dilaporkan menerima kiriman kabut asap ini, dengan kualitas udara mencapai tingkat tidak sehat di sejumlah negara bagian, demikian pernyataan Departemen Lingkungan Hidup Malaysia.

Kabut asap terburuk pernah dialami kawasan Asia Tenggara pada tahun 1997 dan 1998 yang meliputi wilayah Malaysia, Singapura, Brunei dan selatan Filipina yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian mencapai sekitar US$9,3 miliar.

Saat itu jumlah wisatawan menurun tajam dan asap menyebabkan 20 juta orang sakit.

Kabut asap juga menyebabkan sejumlah kecelakaan transportasi menyusul rendahnya jarak pandang.

(bbc/bbc)

ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%