detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 18/06/2013 12:23 WIB

Penerus Mega di PDIP

Prananda Prabowo: Biarlah Waktu yang Berbicara

M. Rizal - detikNews
Halaman 1 dari 2
Prananda Prabowo/Majalah Detik
Jakarta - Siapa yang akan dipilih Megawati Soekarnoputri untuk melanjutkan trah Sukarno? Sampai saat ini Ketua Umum PDIP ini masih menunggu waktu untuk memunculkan 'satria piningit’-nya.

Muhammad Prananda Prabowo adalah putra kedua Megawati dari suami pertamanya, Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso. Prananda atau Nanan masih dalam kandungan saat ayahnya wafat dalam kecelakaan pesawat Skyvan T-701 di Biak, Papua Barat, tahun 1970. Ia lahir pada 23 April 1970.

Dibandingkan adiknya, Puan Maharani, jejak Prananda di jalur politik jarang terlihat. Prananda dikenal sebagai 'tokoh misterius' atau 'man behind the door'. Prananda sempat membuat heboh Kongres PDIP di Bali pada tahun 2010 silam. Saat itu, ia hadir dalam jumpa pers bersama sang ibu dan politikus PDIP Pramono Anung. Ia bahkan sempat digadang-gadang menjadi calon ketua umum pengganti Megawati.

Itulah kali pertama Prananda 'diperlihatkan' ke publik. Namun, setelah itu, ia tak pernah muncul kembali. Sosoknya hanya dapat dijumpai di media sosial seperti
twitter, facebook, maupun situs pribadinya. Di akun twitternya, @pranandaprabowo, ia banyak berkicau tentang situasi perpolitikan saat ini. Selebihnya, aktivitas Prananda jarang terlihat.

"Saya menjabat sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisa Situasi DPP PDIP. Tugas saya lebih banyak berkaitan dengan masalah internal partai yang langsung," kata Prananda kepada majalah detik.

Menempati posisi strategis di PDIP tak membuatnya besar kepala. Dia enggan disebut satria piningit di PDIP.

"Kadang kita tidak melihat apa yang ada di depan mata. Mengenai Satria Piningit ya tidak ada (yang) tahu. Biarlah waktu yang berbicara. Pertanyaan itu sebaiknya tidak ditujukan ke saya," tuturnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%