detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 23:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 18/06/2013 07:02 WIB

Satria Piningit Mega

Prananda Prabowo: Biarlah Waktu Bicara

M. Rizal - detikNews
Jakarta - M. Prananda Prabowo Putra. Putra kedua Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini mendapat julukan A Misterious Man. Meski anak tokoh terkenal, ia sangat jarang tampil di depan publik, apalagi menjadi berita. Tidak heran banyak kalangan yang tidak mengenal namanya. Dibandingkan Puan Maharani, adiknya yang sering tampil, Prananda memang kalah tenar.

Namun banyak kalangan diam-diam mengagumi putra Mega dari suami pertamanya ini, Lettu (Penerbang) Surindro Supjarso. Kalangan dekatnya mengenal pria yang mempunyai panggilan Uweng ini sebagai sosok yang cerdas, sangat ahli soal Sukarnoisme, ramah, rendah hati, merakyat, tapi tidak suka publisitas dan sangat pendiam.

Berikut wawancara secara tertulis dengan Prananda Prabowo dalam fokus majalah detik edisi 81:

Bagaimana kondisi Ibu Megawati sekarang beserta keluarga besar setelah ditinggal Bapak Taufiq Kiemas? Seperti yang Anda lihat sekarang, keluarga kami masih dalam suasana berduka.

Bagaimana Anda pribadi menilai sosok almarhum Taufiq Kiemas? Yang pasti beliau sosok yang kuat dalam menjalankan keinginannya, dan menanamkan budaya berdemokrasi di dalam keluarga.

Apa pesan-pesan almarhum Taufiq Kiemas kepada anak-anaknya? Pada prinsipnya pesan yang disampaikan oleh Bapak sebelum wafat tidak ada. Tapi saya sangat meyakini bahwa Bapak tetap ingin mengutamakan dan menjaga kebersamaan keluarga dan tentunya meneruskan perjuangan Bung Karno serta menjaga kehormatan beliau.

***

Wawancara selengkapnya bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 81, 17 Juni 2013). Edisi ini mengupas tuntas satria piningit Megawati, Prananda Prabowo dengan tema Satria Piningit Mega. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional ‘Dana Abadi untuk Gunung Padang, Kriminal Muncikari ABG, Ekonomi ‘Pemborosan di Jalur Mudik, Berita Komik Kegilaan Lusiana’, Gaya Hidup Pria-pria Penyulam Alis’, rubrik Seni Hiburan dan review film Man of Steel’, WKWKWK ‘Dikira Layangan, Eh Ternyata Penerjun’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download diapps.detik.comdan versi pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(iy/iy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close