detikcom
Senin, 17/06/2013 15:54 WIB

Parodi 'Demi Tuhan' Arya Wiguna Warnai Demo BBM

Siti Aisyah - detikNews
Jakarta - Beragam cara menyuarakan aksi memrotes kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Massa dari KAMMI memperagakan parodi 'Demi Tuhan' ala Arya Wiguna hingga membakar bendera 5 partai koalisi pendukung BBM naik.

Parodi itu diperagakan oleh demonstran dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang berunjuk rasa di depan Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2013).

Adegan berawal dari munculnya seorang pria yang mengenakan topeng bergambar wajah Presiden SBY. Pria yang mengenakan jaket warna biru dan celana panjang warna hitam itu sedang asyik berjoget-joget.

"Lihat Presiden kita di sini hanya berjoget-joget," seru seorang pendemo lantang.

"Waktumu sudah habis SBY...waktumu sudah habis SBY. Demi Tuhaaaan...! teriak beberapa pendemo lainnya kompak. Sontak aksi itu membuat sejumlah pendemo tertawa.

Massa KAMMI selanjutnya membakar 5 bendera partai pendukung kenaikan harga BBM. Satu per satu bendera partai yang tergabung dalam Setgab Koalisi itu dibakar hingga menjadi abu. Ada bendera PAN, PKB, PP, Golkar hingga Partai Demokrat (PD).

"BBM naik, SBY turun!" teriak massa berulang kali.

Massa juga membentangkan spanduk-spanduk antara lain bertuliskan "Gantung mafia migas sekarang juga", "BBM naik, pemerintah jaya rakyat makin sengsara", "BBM naik, berat badan turun" dan "BLSM= pembodohan rakyat."

Aksi ini mengakibatkan 3 dari 4 lajur di kawasan itu ditutup. Hanya satu jalur yang bisa dilintasi pengendara serta jalur bus TransJakarta.

Massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka berkonvoi naik motor berboncengan dan berjalan kaki.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(aan/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
MustRead close